Menjaga Standar, Memperdalam Makna: Catatan IHT Pembelajaran Mendalam di SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun


Pangkalan Bun, 24 Februari 2026 — Perjalanan transformasi pendidikan bukan tentang seberapa cepat kita berlari, melainkan seberapa konsisten kita menjaga arah. Hari ini, kami kembali berkumpul di ruang kolaborasi SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun untuk melaksanakan In-House Training (IHT) Pembuatan RPP Pembelajaran Mendalam.

Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Refleksi

Kegiatan ini sebenarnya lebih kepada penguatan dan refreshing. Jika dihitung, ini adalah kali ketiga saya memfasilitasi kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) yang fokus pada perangkat pembelajaran sejak pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka diluncurkan.

Mengapa harus diulang? Karena bagi saya, RPP atau Modul Ajar bukan sekadar tumpukan kertas administratif. Ia adalah peta jalan bagi guru untuk memastikan setiap menit di kelas memiliki makna yang mendalam bagi siswa.

Menyambung Benang Merah dari Jakarta

Kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil perjalanan saya sebelumnya di Jakarta dalam agenda Mengasah Nakhoda. Sebagai kepala sekolah, tugas saya bukan hanya membawa ilmu pulang, tapi memastikannya "mendarat" dengan mulus di ruang-ruang kelas kami.

Saya ingin memastikan kualitas penyusunan RPP di SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun benar-benar selaras dengan prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam yang telah saya pertajam selama di Jakarta.

Dinamika Kegiatan: Mengonfirmasi Pemahaman 

Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar. Ada hal menarik yang saya amati: komunikasi dua arah tetap terjalin hangat, namun pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari Bapak/Ibu guru kini bersifat minor dan lebih ke arah konfirmasi.

Ini adalah sinyal positif. Hal ini menunjukkan bahwa secara fundamental, rekan-rekan guru sudah memahami konsepnya. Diskusi hari ini lebih banyak mengenai detail teknis untuk memastikan bahwa apa yang direncanakan sudah benar-benar "on-track".

Beberapa poin penting dari pertemuan hari ini: 
  1. Partisipasi Tinggi: Seluruh dewan guru hadir, kecuali satu orang yang berhalangan karena sakit (semoga lekas pulih). 
  2. Komitmen Bersama: Kami menyepakati batas waktu (deadline) pengumpulan RPP/Modul Ajar Pembelajaran Mendalam ini.
  3. Target Observasi: Dokumen yang disusun akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan observasi kelas mendatang.
Dalam sesi refreshing ini, saya kembali menekankan tiga pilar utama dalam RPP Pembelajaran Mendalam yang harus tampak secara eksplisit:
  1. Mindful Learning: Bagaimana guru merancang pemantik yang membuat siswa sadar penuh akan tujuan belajarnya.

  2. High-Level Thinking: Memastikan pertanyaan dan penugasan tidak sekadar hafalan, melainkan menuntut analisis dan kreasi.

  3. Joyful Experience: Menyelipkan strategi agar kedalaman materi tidak membosankan, melainkan menggugah rasa ingin tahu siswa.

Penutup

Konsistensi adalah kunci. Melalui IHT ini, saya berharap guru-guru tidak hanya mahir membuat perangkat, tapi juga memiliki "ruh" yang kuat dalam menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan dan mendalam. Mari kita terus bergerak, memantapkan langkah untuk SMK yang lebih berkemajuan.